Pesona Tanaman Hias: Bisnis Tanaman Hias
Showing posts with label Bisnis Tanaman Hias. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Tanaman Hias. Show all posts
Tanaman Hias Bonsai

Tanaman Hias Bonsai

Bonsai merupakan salah satu teknik memperindah tanaman hias sehingga tidak heran jika bonsai banyak disukai orang. Harga bonsai yang relatif mahal adalah daya tarik bagi pengusaha untuk menciptakan dan berbisnis dalam peronsaian. Umumnya tanaman yang bisa dipakai untuk bonsai adalah semua jenis tanaman yang memiliki umur hidup yang lama dan umumnya bonsai menggunakan tumbuhan berkayu tetapi ada juga tumbuhan lainnya. Sebenarnya siapa saja bisa membuat bonsai asal mau menekunan dan ulet.

Tanaman Hias Bonsai
Sampai saat ini bonsai masih menjadi tanaman hias yang diminati masyarakat. Selain bentuknya memang unik, bonsai juga memiliki karya seni tinggi. Tanaman bonsai dibudidayakan selain untuk dijual kepada para konsumen, tanaman ini juga dibudidayakan untuk dijadikan sebagai salah satu koleksi tanaman hias miniatur rumah. Adapun kriteria tanaman yang akan dibuat menjadi bonsai yaitu tanaman dikotil, berumur panjang, tahan hidup menderita, bentuknya indah secara alami dan tahan mendapat perlakuan. Setelah diperoleh kriteria tersebut maka dilanjutkan dengan teknik pembudidayaan tanaman bonsai. Teknik pembudidayaan tanaman bonsai meliputi proses pembuatan bibit tanaman bonsai, pemilihan media tanam bonsai, dan penanaman serta pemeliharaan tanaman bonsai yang didalamnya mencangkup penentuan gaya tanaman bonsai, teknik pembentukan dan penyempurnaan tanaman bonsai.

Setiap jenis tanaman memiliki batasan kerdil yang berbeda. Bisa saja tanaman yang tingginya 1 meter dikategorikan kerdil, dan yang tingginya hanya 0,5 meter tidak masuk dalam kategori kerdil. Jadi , kerdil dalam seni bonsai adalah tanaman yang memiliki penampilan lebih mungil dari pada tanaman aslinya. Karenanya, tanaman herba atau semak meskipun tingginya kurang dari 1 meter tidak bisa dikategorikan kerdil. Pasalnya di habitat aslinya memang tingginya hanya sekitar 1 meter.

Budidaya tanaman bonsai dapat melambangkan kesabaran dan tingginya tingkat kreativitas si pemilik, budidaya bonsai membutuhkan kreativitas, kesabaran, ketekunan dan kecintaan pembuatannya terhadap tanaman sebagai landasan utama dalam pembuatan dan perawatan bonsai. Bertanam bonsai dapat menciptakan kepuasan tersendiri saat mereka berhasil menciptakan bentuk yang unik pada bonsai kebanggaan mereka dan banyak menjadikannya sebagai salah satu koleksi untuk menghias rumah.

Namun dewasa ini masih sedikit orang yang bisa membudidayakan tanaman ini. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan yang mereka miliki tetang teknik dan cara dalam membudidayakan tanaman bonsai tersebut. Padahal jika mereka mau belajar, mereka dapat menkreasikan bentuk tanaman bonsai sesuai keinginan mereka, sehingga dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi pemiliknya. Karena masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara membudidayakan tanaman bonsai, dan begitu banyak mannfaat yang di dapat dari pembudidayaan tanaman bonsai tersebut,  maka untuk itu pada artikel ini perlu dibahas mengenai teknik budidaya tanaman hias bonsai.
Prospek Bisnis Budidaya Tanaman Hias

Prospek Bisnis Budidaya Tanaman Hias

Bisnis Budidaya Tanaman Hias berpeluang besar menjadi jenis usaha sampingan yang menguntungkan. Permintaan pasar yang terus meningkat sebesar sepuluh persen tiap tahun membuat sektor florikultura sangat menjanjikan dari sisi bisnis. Pada level pedagang kecil saja, omzet perharinya mencapai Rp 3-5 juta/hari. Peluang usaha bisnis budidaya tanaman hias diperkirakan semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan lingkungan hijau.

Prospek Bisnis Budidaya Tanaman HiasTingginya permintaan tanaman hias dari pengembang perumahan dan apartemen baru di kota-kota besar menjadi salah satu pendorong perkembangan bisnis budidaya tanaman hias. Sampai pertengahan tahun ini saja permintaan pasar terhadap tanaman hias meningkat 31,62%. Tingginya permintaan terhadap tanaman hias ternyata juga diimbangi dengan meningkatnya produktivitas dari pelaku tanaman hias. Data Kementerian Pertanian menunjukkan total produksi tanaman hias mencapai 616 juta tangkai dengan laju pertumbuhan sebesar 26 persen tiap tahunnya.

Data yang dikeluarkan Bimbingan Usaha Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura Kementerian Pertanian menunjukkan tanaman hias anggrek dan krisan mengalami peningkatan produktivitas tertinggi yaitu mencapai 30%.

Jika Anda tertarik dan ingin memulai Bisnis Budidaya Tanaman Hias, maka sekaranglah saatnya.
Macam Macam Cara Bisnis Budidaya Tanaman Hias

Macam Macam Cara Bisnis Budidaya Tanaman Hias

Macam Macam Cara Bisnis Budidaya Tanaman Hias | Berjualan Tanaman Hias itu tidak harus membuka lapak di pinggir-pinggir jalan atau di sentra-sentra tanaman hias. Bisnis Tanaman Hias kini semakin berkembang dan lebih  maju. Pelaku bisnis tanaman hias yang sukses tidak selalu harus mempunyai lapak di pinggir jalan. Bisnis Tanaman Hias bahkan bisa  dilakukan secara online.

Cara Bisnis Budidaya Tanaman Hias
Nah untuk itu pada kesempatan kali ini saya akan bahas beberapa model bisnis yang biasa dilakukan oleh pebisnis Tanaman Hias.

Sewa dan Buka Gerai Tanaman Hias.


Ini cara paling konvensional. Jual tanaman hias dengan cara menyewa lapak di tempat terbuka.

Kalau Anda punya nyali dan mau sedikit nekad, bisa gunakan lahan kosong milik pengembang yang tidak difungsikan atau lahan kosong milik siapa saja. Cuma konsekuensinya, Anda harus siap-siap dikejar petugas Trantib dan berurusan dengan para preman. Jelas, cara ini tidak dianjurkan. Yang paling baik, sewa saja secara resmi lapak-lapak di sentra-sentra tanaman hias yang juga resmi. Di Jabodetabek misalnya ada di Ragunan, Jakarta Selatan; Flona Alam Sutera, Serpong Tangerang dan Pusat Tanaman Hias BSD City di Kompleks Taman Tekno.

Menyewa lapak di sentra penjualan tanaman hias resmi, selain tidak dikejar-kejar petugas Trantib, Anda juga tidak perlu repot-repot promosi. Karena sentra tanaman itu sendiri sudah mampu mengumpulkan pengunjung. Paling tidak, kalau Anda belum punya pelanggan, kalau nasib baik, ada pelanggan tetangga kesasar masuk ke gerai Anda. Yang perlu Anda lakukan tinggal memajang tanaman-tanaman yang bagus, memasang karyawan yang ramah dan membuat gerai Anda menyenangkan.

Sewa Stand dan Ikut Pameran.

Pameran Tanaman Hias merupakan ajang promosi dan ajang penjualan yang bagus. Pihak penyelenggara melakukan banyak promosi untuk mengudang konsumen datang. Kalau Anda sewa stand dan buka pameran di situ, bukan mustahil gerai Anda dikunjungi orang, dan tanaman Anda dibeli orang. Di Jakarta ada beberapa event pameran tanaman yang berskala nasional, seperti Pameran Flora Fauna di Lapangan Banteng setiap bulan Agustus, atau pameran-pameran tanaman hias yang diselenggarakan Majalah Trubus. Tapi banyak juga pameran-pameran serupa yang diselenggarakan oleh Pemda, Supermal, atau event-event organizer, di banyak tempat. Kalau Anda berminat, silakan saja hubungi penyelenggaranya. Yang perlu Anda lakukan, selain menyiapkan tanaman hias andalan adalah mencetak kartu nama untuk disebar. Jangan lupa cetak nomor telepon Anda jelas-jelas, agar setelah pameran usai, tanaman Anda tetap dibeli orang.

Open House.

Open house atau buka nursery di rumah sendiri paling enak. Anda bisa setiap hari menongkrongi, memantau, dan menerima pembeli. Kalau bisnis Anda laku, Anda boleh bilang pada keluarga di rumah yang ikut menyaksikan, bahwa jadi pedagang tanaman hias tidak hina. Cara ini gampang dilakukan bila Anda punya pekarangan atau lahan yang memenuhi persyaratan. Tapi bagi yang tidak punya lahan, bisa bikin dak.

Enaknya, para tetangga yang lewat dan melihat, atau handaitaulan yang kebetulan mampir bisa menjadi pengiklan bisnis Anda. Syukur-syukur mereka juga ikut tergerak untuk membelinya, bukan malah memintanya secara gratis. Jika yang terakhir ini terjadi, jangan sekali-kali Anda mengabulkannya. Lebih baik Anda menjual kepada mereka dengan harga miring atau rugi, daripada memberinya cuma-cuma. Jangan sampai yang kemudian menjadi berita dari mulut ke mulut adalah bahwa tempat Anda adalah tempat yang tepat di mana orang bisa mendapatkan tanaman secara gratisan. Dengan menjual murah atau rugi, sedikitnya, yang akan menjadi berita adalah tempat Anda tempat menjual tanaman dengan harga murah. Keuntungan lain dengan memilih cara ini, Anda tentu saja tidak perlu buang beaya untuk menyewa lapak. Juga, kalau sedang tidak ada pembeli, Anda bisa menikmati keindahan setiap hari. Kerugiannya: istri, mertua, anak atau cucu Anda bisa terganggu ruang geraknya. Anda juga harus mulai bersiap-siap memiliki rumah seperti hutan belantara. Cara ini juga bisa dilakukan secara luwes. Misalnya, kalau Anda masih ngantor, atau punya usaha lain, Anda bisa hanya open house pada hari Sabtu dan Minggu saja.

Nitip ke Penjual Tanaman Hias

Ini cara paling aman, terutama jika Anda tergolong hobis pembosan. Jadi kalau ada tanaman yang Anda anggap sudah menjemukan, Anda bisa mereka untuk memasarkannya. Cara nitip teman juga pas jika Anda tergolong pemalu, atau masih malu-malu menjadi pedagang tanaman hias. Keuntungannya, rumah Anda nyaman, dan Anda tak perlu mengeluarkan beaya sewa lapak. Jeleknya, kalau tanaman Anda tersia-sia di tempat ‘penitipan’. Bahkan bukan tidak mungkin, orang-orang yang Anda titipi malah men’curi’ tanaman Anda dengan memotong bonggol atau akarnya tanpa Anda ketahui.

Menggaji Tukang Gerobak Keliling.

Ini cara paling jitu kalau rumah Anda sempit, dan Anda tidak punya kebun sendiri. Bikin gerobak dorong, dan panggil para pengangguran yang tinggal di sekitar Anda untuk diajak menjadi pedagang keliling tanaman hias. Suruh mereka masuk ke perumahan-perumahan menjajakan tanaman Anda. Dewasa ini banyak orang senang tanaman hias tapi terlalu sibuk untuk mendatangi nursery. Mereka adalah pasar potensial Anda. Enaknya, setiap hari Anda menerima setoran dari para penarik gerobak dorong.

Kalau setiap gerobak menyetor Anda uang Rp. 1 juta saja sehari, kita sudah bisa bayangkan, betapa indahnya bisnis tanaman hias. Dari sana sekaligus Anda juga bisa mendapat info tanaman apa yang disukai dan mana yang tidak disukai. Yang disukai, segera belanja di tempat penjualan grosir tanaman hias. Risikonya, kalau penarik gerobak kabur beserta gerobaknya Anda bisa gigit jari. Tapi Anda bisa cegah duluan dengan menyimpan fotokopi KTPnya. Kalau ada apa-apa, tinggal lapor polisi.

Jadi Team Hunter

Kalau Anda ingin dapat untung dari berjualan tanaman hias tapi modal cekak atau tidak punya modal sama sekali, cara ini bisa dilakukan. Yaitu dengan menjadi seorang hunter (pemburu) atau buser (buru sergap) tanaman hias. Pada dasarnya hunter maupun buser adalah makelar atau istilah kerennya, brooker. Modalnya, informasi dan sebuah handphone/smartphone yang bisa kirim foto melalui MMS (Multimedia Messaging Service). Atau bisa juga dengan BBM. Dengan model bisnis ini, Anda bahkan tidak harus melakukan budidaya tanaman hias sendiri.

Buka kebun khusus sendiri.

Cara ini mungkin termasuk cara paling mahal. Karena kita harus menyewa atau memiliki lahan luas di daerah pinggiran di mana harga atau sewa tanah masih murah. Tapi percayalah, meski di dearah pinggiran sekali pun, kalau koleksi tanaman hias Anda bagus, orang akan tetap memburunya. Bak syair lagu: “Ke gunung kan kudaki, ke laut kan kuseberangi….” Keuntungannya, Anda bisa memilih konsumen yang datang ke kebun Anda. Kalau Anda sedang capek Anda bisa mengatakan nursery Anda tutup, Anda sedang di luar kota atau alasan-alasan lainnya. Bahkan Anda bisa menyeleksi pembeli Anda. Keuntungan lainnya, kalau orang sudah jauh-jauh datang ke tempat Anda, sudah pasti mereka juga akan berbelanja cukup banyak.

Buka kebun, sekaligus buka kedai kopi atau Galeri

Kalau kondisi keuangan memungkinkan, dan lokasi mendukung, selain buka kebun dan jual tanaman, Anda bisa menambah fasilitas lain seperti kafe atau kedai kopi, atau galeri lukisan. Jadi, selain berburu tanaman, pengunjung bisa minum kopi, atau beli lukisan. Di Bandung ada All About Strawberry. Bapak Ibu beli tanaman strawberry, anak-anak bisa minum juice strawberry. Di Baturaden, Purwokerto ada Puspa Tiara Nursery yang menyediakan bakso dan kopi. Istri beli tanaman, anak-anak makan bakso dan suami bisa ngopi. Semua happy.

Menjajakan dengan Sepeda Motor atau Mobil.

Cara bisnis tanaman hias seperti ini boleh dicoba kalau Anda tidak punya lapak. Kita ambil dagangan di tempat kulakan, lalu menjajakan secara keliling dengan sepeda motor, atau mobil. Sasarannya, pedagang-pedagang tanaman hias kaki lima. Atau masuk ke pedagang-pedagang yang sedang buka stand pameran karena terlalu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk kulakan. Kita bisa jual per lima atau sepuluh pot. Tak usah untung banyak, asal penjualan lancar dan pembayaran bagus, sudah aduhai. Modalnya, cuma tahu tempat kulakan, tahu di mana sasaran kita berada, dan punya sepeda motor atau mobil yang bisa kita pakai. Kalau Anda bisa ngutang dulu di tempat kulakan, lebih asoy. Jadi Anda tak perlu mengeluarkan modal. Tentu saja, Anda harus langsung membayarnya begitu Anda menerima uang.

Bikin Website atau Blog

Bisnis Tanaman Hias secara Online. Kalau mau memasarkan tanaman hias Anda ke pasar lebih luas, Anda bisa bikin website. Di situ Anda bisa pasang foto-foto tanaman di situ, dilengkapi deksripsi dan harganya. Bikin website tidak mahal. Anda paling cuma harus bayar seorang desainer web, suruh bikin web. Keuntungan lain kalau punya website, Anda malah bisa jadi brooker. Tanaman punya teman yang mau dijual difoto, gambarnya pasang di situ. Kalau laku, Anda dapat komisi.

Sekarang Anda tahu kan, ternyata ada banyak Cara Bisnis Budidaya Tanaman Hias yang bisa dilakukan.
Manfaat dan Nilai Bisnis Tanaman Hias

Manfaat dan Nilai Bisnis Tanaman Hias

Kehadiran tanaman hias dipekarangan rumah Anda dapat memberikan berbagai macam manfaat dan kegunaan. Selain mempercantik pemandangan, keberadaan tanaman hias juga akan memberikan udara segar di lingkungan sekitar rumah. Tentunya hal tersebut sangat baik untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Manfaat dan Nilai Bisnis Tanaman Hias

Bayangkan ketika Anda memasuki pekarangan rumah yang teduh dan asri dikelilingi dengan aneka jenis tanaman hias, bungan bunga yang cantik, aneka pohon berbunga, aneka tanaman perdu, tanaman rambat, hingga aneka pepohonan buah yang rindang. Sejauh mata memandang, pemandangan utama yang menghampar dari seluruh ruangan di dalam rumah hingga keseluruh penjuru halaman adalah hamparan warna-warni bunga tanaman yang terlihat asri dan membuat mata sejuk, tempat tinggal yang demikian terasa begitu tenang dan damai menyejukkan hati. Begitu menginjakkan kaki di rumah yang sperti itu, kemacetan kehidupan kota akan serta merta sirna dan terganti oleh perasaan teduh dan penuh dengan kedamaian itu.

Tanaman hias bukanlah sekadar hiasan untuk pelengkap rumah. Tanaman hias sebaiknya juga memenuhi fungsi sebagai peneduh dan filter penyaring debu dan udara. Setelah penghuni rumah sehari penuh didera kesibukan bekerja. Apalagi buat Anda yang setiap hari terjebak kemacetan lalu lintas perkotaan saat menuju dan pulang dari tempat bekerja. Anda akan kembali mendapatkan energi yang fresh setelah menikmati hamparan tanaman hias koleksi Anda. Segar rasanya kalau melihat banyak daun mekar dan merekahnya bungan serta ranumnya aneka buah dihalaman rumah kita.

Nilai Ekonomis Tanaman Hias


Kolektor dan atau hobbyist tanaman hias dalam mengoleksi tanaman lebih didorong pertimbangan bahwa tanaman yang ia koleksi itu punya nilai dan tidak terlalu sulit dibudidayakan. Kebanyakan orang mengoleksi tanaman yang dianggapnya akan punya nilai jual. Demikian pula jika tanaman mudah berkembang biak, misalnya melalui bijinya yang melenting seperti tanaman adenium dan anthurium. Pertimbangan lain dalam megkoleksi tanaman hias adalah aspek kelangkaan. Semakin langka suatu tanaman hias, semakin jarang orang memiliki, semakin menimbulkan kebanggaan tersendiri.

Itu pula sebabnya banyak kolektor bertahan memilih anthurium, aglaonema, adenium, euphorbia, philodendron, sansevieria, bromelia, yang banyak beredar di pasaran saat ini. Budi daya tidak terlalu sulit, perawatan juga tidak terlalu mudah, dan harga di pasaran terus terjaga. Sebaiknya anda tetap tekun merawat tanaman koleksi anda seperti adenium, euphorbhia, anthurium Jenmanii dan Gelombang Cinta dengan sebaik-baiknya walaupun harga tanaman hias secara umum saat ini sedang anjlok, bahkan tidak laku dipasaran.

Mengoleksi tanaman hias, memang kemudian terpulang pada tujuan anda masing-masing. Kalau bisa di kelompokkan, ada  yang memang kolektor sejati, hobbyist, dan user atau pelaku yang biasanya hanya mengikuti pasar. Tertari untuk bisnis tanaman hias?